[vc_row][vc_column][vc_column_text]
Operasi caesar menjadi opsi lain jika persalinan normal; melalui vagina, tidak memungkinkan. Selain karena biayanya agak berbeda dari proses persalinan normal, banyak calon ibu ragu menjalani operasi caesar karena termakan berbagai mitos terkait metode ini.
Padahal, bisa saja mitos yang berkembang, justru kebalikan dari fakta seputar operasi caesar, lo! Supaya Mama Papa tidak termakan mitos belaka, ada baiknya memahami berbagai fakta seputar operasi caesar di bawah ini, yuk!
Salah satu mitos yang beredar menyebutkan: pasca persalinan caesar, kita tidak bisa melahirkan normal di kehamilan berikutnya.
Faktanya tidak demikiannya. Setelah melakukan persalinan secara caesar Mama tetap bisa melahirkan secara normal, kok.
Namun jika ingin melahirkan normal, kita akan melalui tahap percobaan terlebih dahulu, yakni TOLAC (Trial or Labour After Caesarean). Jika kita lolos uji coba ini, maka persalinan normal bisa kita lakukan.
Tapi tenang, umumnya persalinan caesar tidak berdampak pada rencana persalinan normal berikutnya, kok.
Banyak orang mengira kalau persalinan caesar cenderung punya waktu penyembuhan lebih cepat, dibandingkan persalinan normal. Namun kenyataannya tidak demikian. Setelah melahirkan caesar biasanya Mama boleh pulang antara 3-5 hari pasca pesalinan.
Masa pemulihan persalinan caesar sendiri bisa mencapai empat minggu. Sementara jika Mama menjalani persalinan normal, dokter biasanya sudah membolehkan pulang setelah 1-2 hari. Sedangkan waktu pemulihannya hanya sekitara 1-2 minggu.
Baca Juga: Cara Merangsang Kontraksi Alami Menjelang Persalinan
Ada mitos mengatakan kalau operasi caesar hanya bisa dilakukan 2 kali saja seumur hidup. Faktanya tidak demikian. Tidak ada batasan jumlah persalinan secara caesar yang aman.
Keputusan untuk persalinan secara caesar atau tidak bergantung pada kondisi kehamilan setiap orang. Meskipun tetap ada risiko dari setiap kali tindakan operasi caesar yang akan dialami.
Seperti bekas luka di uterus, pendarahan, komplikasi dengan plasenta, dan cedera kandung kemih. Risiko-risiko tersebut akan meningkat jika Mama ingin menambah lebih banyak anak.
Baca Juga: 5 Senam Ibu Hamil untuk Melancarkan Persalinan
Menurut banyak orang, melahirkan secara caesar membuat seseorang wanita gagal menjadi ibu; karena tidak merasakan sakit. Mitos ini bikin banyak ibu “memaksakan” diri melahirkan secara normal, padahal kondisinya tidak memungkinkan.
Anggapan tentang hal tersebut tentu salah besar. Karena semua proses melahirkan tetap melalui rasa sakitnya tersendiri, termasuk operasi caesar.
Bedanya, pada persalinan normal rasa sakit terjadi selama proses persalinan. Sedangkan saat melahirkan caesar, rasa sakit dirasakan pasca proses persalinan, atau setelah efek bius hilang.
Bayi yang lahir melalui persalinan caesar dipercaya akan mudah sakit, dibandingkan bayi lahir normal. Tentu saja hal ini hanya mitos belaka, ya.
Meskipun bayi yang lahir secara caesar memang lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan, dibanding bayi yang lahir normal. Namun hal ini bisa dicegah dengan minum asupan nutrisi selama masa tumbuh kembang bayi; Golden Age.
Kesehatan bayi tidak sepenuhnya bergantung pada proses persalinan. Ada banyak faktor yang sangat memengaruhi kesehatan bayi, seperti pola hidup, proses menyusui, hingga imunisasi.
Itulah beberapa fakta mengenai persalinan caesar yang perlu Mama Papa ketahui. Tidak perlu khawatir atau rendah diri karena melakukan persalinan caesar. Karena setiap ibu istimewa dengan caranya masing-masing.
Selamat menanti kelahiran si kecil, Mama Papa!
Baca Juga: Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli Menjelang Persalinan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]