Begini Cara Bikin Kulkas Hemat Listrik, Atur Suhu Ideal

Hemat Listrik Kulkas Hemat Listrik Kulkas | Foto: Freepik

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kulkas menjadi salah satu barang kebutuhan rumah tangga yang cukup banyak memakan daya listrik. Sebab, kulkas hampir setiap saat selalu menyala. Nah, kalau kita tidak bijak dalam menggunakan kulkas, bisa-bisa tagihan listrik jebol. Untuk itu, kita hemat listrik kulkas. Begini cara-caranya. 

Kulkas merupakan salah satu barang elektronik yang selalu menyala 24 jam non-stop. Walau namanya lemari pendingin, kulkas memiliki mesin yang menghasilkan panas. Semakin ekstra kinerja mesin, listrik yang dibutuhkan pun makin besar; tagihan jadi membengkak. Untuk itu, kita harus hemat penggunaan listrik kulkas di rumah.

Enggak harus membeli kulkas hemat listrik terbaru. Mama Papa bisa menghemat listrik bulanan, dengan mengubah beberapa kebiasaan saat pakai kulkas.

Misal, tidak meletakkan terlalu banyak barang di dalam kulkas, sehingga kulkas lebih longgar dan melancarkan udara di dalam kulkas. Kinerja mesin pun lebih ringan, dan hemat listrik.

Nah, biar makin menghemat biaya tagihan listrik. Berikut cara-cara hemat penggunaan listrik kulkas di rumah: 

Jauhkan dari sinar matahari

Kalau ingin hemat listrik kulkas Mama Papa bisa menjauhkan kulkas dari sinar matahari. Pasalnya, panas matahari bisa merusak mesin dan memengaruhi proses pendinginan.

Jika proses pendinginan kulkas terhambat, energi yang dikeluarkan akan lebih besar. Makanya, Mama Papa harus memerhatikan peletakkan kulkas di ruangan yang tepat. 

Selain itu, beri jarak minimal 10-15 cm dari dinding, dan 30 cm dari plafon. Tujuannya, agar kulkas tidak cepat panas dan kinerjanya lebih ringan. Dengan begitu, kulkas lebih hemat listrik, deh!

Baca Juga6 Cara Membersihkan Kulkas agar Bersih dan Bebas Bau

Atur suhu ideal

Semakin dingin temperatur kulkas, pastinya makin berat kerja kompresor. Sehingga energi listrik yang dibutuhkan pun lebih besar.

Kalau Mama Papa ingin kulkas lebih hemat listrik, atur suhu kulkas normal, yakni, 2-4 derajat Celsius untuk lemari pendingin, dan -15 derajat Celsius untuk chiller atau freezer. O, iya, kalau kulkas tidak sering dipakai, usahakan atur di suhu minimum. Cara tersebut membuat kulkas tidak menyerap energi listrik terlalu banyak.

Tutup rapat pintu kulkas

Pintu kulkas yang sering dibuka-tutup membuat proses pendinginan lebih lambat dan boros listrik! Pasalnya, saat kita membuka pintu kulkas, lampu di dalamnya akan menyala, dan membutuhkan energi lebih besar. Makanya, kalau Mama Papa mau hemat listrik kulkas, pastikan pintu kulkas tertutup rapat, ya!

Baca juga: Cara Tepat Menyimpan Makanan di Kulkas agar Awet

Hindari simpan makanan panas

Mungkin Mama Papa pernah menyimpan makanan atau minuman panas di dalam kulkas agar cepat dingin. Padahal cara ini salah, lo! Bahkan bisa bikin kulkas cepat rusak. Karena makanan panas bisa membuat suhu kulkas tidak stabil. Sehingga, energi listrik yang dibutuhkan lebih besar. 

Isi kulkas sesuai kapasitas

Sering mengisi kulkas sampai penuh? Memasukan bahan makanan terlalu banyak dapat memengaruhi kinerja mesin untuk mendinginkan kulkas. Akhirnya, energi yang dibutuhkan jauh lebih besar.

Kalau mau kulkas di rumah lebih hemat listrik, berikan sedikit ruangan untuk sirkulasi udara di dalam kulkas. Sehingga, kulkas tidak akan bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan bahan makanan. 

Baca Juga: 7 Penyebab Kulkas Tidak Dingin, Karena Jarang Dibersihkan

Matikan kulkas saat ditinggal

Mama Papa berencana bepergian jauh dalam beberapa waktu? Kalau mau lebih hemat, kita bisa mematikan kulkas sebelum pergi. Terpenting, Mama Papa harus mengosongkan bahan makanan, agar tidak bau dan membusuk di dalam kulkas. Selain itu, buka sedikit pintu kulkas agar tidak bau apek, ya!

Itulah beberapa cara untuk menghemat listrik kulkas. Mama Papa, lakukan hal tersebut kalau enggak mau tagihan listrik membengkak, ya! 

Baca JugaCara Alami Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Kulkas[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *